Kamis, 21 Agustus 2014

Cara Memulai Usaha Sendiri agar Tidak Mudah Menyerah - See more at: http://www.duwitmu.com/cara-memulai-usaha-sendiri/#sthash.Yc6sApin.dpuf

Apa tantangan paling berat dalam memulai usaha sendiri? Bukan tidak ada modal, bukan tidak ada ide baru. Yang paling sulit adalah mempertahankan endurance berbisnis, tetap bertahan dalam usaha meskipun menghadapi banyak tantangan.  Bagaimana cara memulai bisnis sendiri supaya tidak mudah menyerah ?
Membuka usaha sendiri membutuhkan waktu, tidak bisa instan. Ada proses yang harus dilalui. Mulai dari memikirkan ide awal, membuka, memperkenalkan dan mempromosikan usaha tersebut. Dalam proses ini, banyak sekali tantangan dan rintangan. Baik dari internal pebisnis sendiri maupun yang datang dari eksternal (simak disini Kiat Memulai Usaha).
Tantangan ini tidak jarang menyebabkan pebisnis layu sebelum berkembang. Tidak kuat dan stress melihat usaha yang dibangun lambat tumbuh, penjualan seret, sementara dana dan tenaga sudah banyak dicurahkan. Akhirnya memilih mundur, menyerah. Ibarat kepompong, usahanya gagal menjadi kupu – kupu yang bisa terbang.
Statistik dari beberapa survei enterpreunership menunjukkan bahwa sebagian besar pebisnis yang buka usaha sendiri, gagal pada tahap awal. Saya menduga bahwa kegagalan mempertahankan endurance menjadi penyebab utama banyak pebisnis pemula gugur di masa – masa awal.
Namun, bukan berarti bahwa endurance bisnis tidak bisa dilatih atau dibangun. Buktinya, pengusaha yang sekarang sukses, umumnya bisa bertahan dan lolos dari masa – masa paling kelam.

Membangun Daya Tahan dalam Memulai Usaha Sendiri

Berikut catatan mengenai bagaimana membangun dan mempertahankan endurance berbisnis, supaya bisa tetap fokus saat buka usaha, meskipun kesulitan dan tantangan datang bertubi.

1. Punya Mimpi Besar.

Mimpi mampu memindahkan gunung, begitu kata salah satu kiasan. Ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh mimpi,  termasuk dalam berusaha. Makanya, saat memutuskan usaha sendiri, kita sebaiknya punya mimpi atau cita – cita yang jelas dan spesifik yang menjadi raison d etre memulai bisnis sendiri.
Mimpi tersebut sebaiknya sesuatu yang pantas, worthed, untuk dikejar dan diperjuangkan. Jika tidak, mimpi akan mudah dikalahkan atau dinomorduakan oleh tekanan dari kebutuhan dan tuntutan jangka pendek yang biasanya terlihat lebih urgen untuk dipenuhi.
Ketika berondongan kesulitan muncul, mimpi menjadi penyemangat yang menopang kita untuk tidak menyerah, tetapi malahan mencari jalan keluar. Mimpi menjadi benteng terakhir.
Beberapa motivator terkenal menyarankan bahwa mimpi tersebut harus spesik dan jelas. Dituliskan dalam secarik kertas, kemudian diresapi dan diingat setiap waktu. Dengan demikian, cita – cita itu terinternalisasi dalam diri secara kuat dan mengakar.

2. Bekerja berdasarkan Passion

Bekerja karena dorongan cinta atau hobi pasti hasilnya akan berbeda. Ada keinginan kuat memberikan yang terbaik. Kasarnya, tidak dibayar pun, kita mau mengerjakan hal tersebut.
Passion merupakan penyemangat yang manjur saat bisnis sedang susah. Walaupun penjualan sedang merosot, tetapi karena melakukannya bukan karena tuntutan keuntungan,  namun karena memang menyukainya, kita akan terus berkarya memberikan yang terbaik.
Konsistensi berkarya pada ujungnya akan mendatangkan apresiasi.
Sebaliknya, jika bisnis dilakukan karena harapan akan kekayaan semata, ketika muncul tantangan atau kesulitan, yang niscaya pasti ada dalam usaha, semangat pantang menyerah mudah luntur. Tidak ada motivasi dari dalam yang menjaga semangat.
Umumnya, membangun usaha sendiri membutuhkan waktu. Jarang yang bisa berhasil dalam waktu pendek. Stamina untuk bertahan paling efektif  dalah motivasi yang muncul dari dalam. Itulah passion.

3. Belajar dari Orang Sukses

Banyaklah belajar dari orang – orang yang sudah berhasil. Dari mereka, kita akan paham bahwa jalan memulai usaha itu tidaklah mudah. Ada proses berliku, naik dan turun, terjal, yang mau tidak mau harus dilewati jika ingin berhasil.
Yang sukses pun pernah melewatinya. Mereka berhasil karena bisa bertahan. Coba dulu berhenti ditengah jalan, pasti keberhasilan yang mereka dapatkan sekarang tidak akan pernah terwujud.
Pengalaman orang sukses ini menjadi reminder yang kuat, menjadi pemompa semangat, ketika sedang lelah atau gundah. Kalau para pebisnis sukses saja butuh waktu dan bahkan butuh pengorbanan untuk bisa berhasil, wajar saja kita yang baru memulai usaha menghadapi masalah.
Makanya, hadir di seminar, mendengarkan talkshow di radio atau membaca di tabloid mengenai berbagai sharing kisah sukses adalah hal yang sebaiknya rutin dilakukan. Bukan hanya untuk menimba ilmu, tetapi lebih dari itu, menjadi booster semangat ditengah tantangan memulai usaha sendiri.

4. Pentingnya Support keluarga.

Saat bisnis sedang sulit, biasanya cash flow rumah tangga kena imbasnya. Yang dulunya bisa ke mall setiap minggu, atau berlibur ke setahun dua kali, sekarang harus dikurangi, atau bahkan dihapuskan sama sekali demi berhemat untuk keuangan usaha. (simak disini Cara Mengelola Keuangan Keluarga).
Keluarga yang paling merasakan dampaknya. Dan reaksi keluarga ikut menentukan terus tidaknya usaha tersebut.
Keluarga yang tidak mendukung pasti kerap mengeluh dan tidak mau kompromi. Saya melihat beberapa orang yang akhirnya mundur dari berbisnis karena tekanan dari keluarga, yang ingin tetap mempertahankan gaya hidup, tidak mau prihatin, padahal kondisi keuangan sedang tidak memungkinkan.
Sebaliknya, keluarga yang mendukung, memberikan semangat dan yang paling penting mau ikut prihatin. Mereka paham bahwa kesulitan sekarang akan mendatangkan kebahagiaan yang lebih besar nantinya.
Makanya, ketika ingin mulai usaha, penting membicarakan dan bicara terbuka kepada keluarga. Menjelaskan bahwa memulai bisnis akan menghadapi masa – masa sulit diawal, tantangan yang tidak mudah, yang membutuhkan dukungan dan pengorbanan dari keluarga.
Kunci sukses memulai usaha sendiri, tidak hanya produk bagus, strategi pemasaran brilian dan business model, tetapi lebih dari itu, butuh kekuatan dan keuletan untuk terus bertahan. Bisnis itu penuh tantangan dan rintangan. Karena ketika pebisnis mundur sebelum sampai tujuan, segala strategi dan rencana yang jitu serta produk yang mumpuni menjadi sia – sia semuanya.
- See more at: http://www.duwitmu.com/cara-memulai-usaha-sendiri/#sthash.Yc6sApin.dpuf

Selasa, 11 Maret 2014

Gunung Ciremai Dijual Seharga 60 Triliun

Kuningan News – Belakangan ini, isu menengenai dijualnya sebagian Gunung Ciremai kepada perusahaan asal Amerika, Chevron merebak. Di berbagai media jejaring sosial, bertebaran broadcast mengenai hal ini. Pada aplikasi Blackberry Messenger (BBM), terdapat gerakan sosial bernama SaveCiremai.

Hari ini saja, Jumat (1/3/2014), sudah banyak akun di twitter maupun broadcast BBM yang menyebarkan informasi bahwa Ciremai sudah dijual kepada Chevron sebesar 60 triliun rupiah. Belum jelas siapa yang menyebarkan informasi ini, namun yang jelas, Chevron memang tengah mengeksploitasi sumber daya panas bumi (Geothermal) di Ciremai.

Sekedar pengingat, proyek Geothermal Ciremai sudah positif sejak tahun lalu. Proyek tersebut, disetujui oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Aher pernah mengatakan, proyek Geothermal di Gunung Ciremai itu sangat ramah lingkungan, tidak akan merugikan masyarakat.

Sementara itu, menurut keterangan Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan (DSDAP), proyek Geothermal yang memiliki potensi sebesar 150 Megawatt ini akan mulai dibangun pabriknya oleh Chevron pada tahun ini. DSDAP mengklaim, prosedur sosialisasi kepada masyarakat sekitar sudah dilakukan.

Kesepakatan mengenai Chevron bersama pemerintah pusat dan provinsi Jabar ini sebenarnya tidak banyak diketahui masyarakat Kuningan. Memang, saat Chevron resmi menang tender Geothermal ini, sejumlah elemen masyarakat sempat bereaksi. Namun aksinya tidak massif sehingga putus ditengah jalan.

Dalam broadcast, dijelaskan bahwa jika Chevron mengekspolitasi Geothermal, maka akan ada dampak yang dirasakan. Diantarannya, keluarnya campuran beberapa gas seperti karbon dioksida, hidrogen, sulfida, metana, dan amonia yang akan mencemari lingkungan. Pencemaran itu, akan berpengaruh terhadap pemanasan global, hujan asam, dan bau tidak sedap bahkan beracun.

Pembangunan pembangkit Geothermal, dianggap dapat merusak stabilitas tanah. Pasokan air bersih berkurang. Lalu akan memicu gempa minor yang dapat berakibat pada meletusnya Gunung Ciremai.

“Kalau benar Ciremai akan dijual,tentu kita (warga Kuningan, red) tidak sudi. Tolong jangan rusak Gunung Ciremai,” kata salah seorang warga Kuningan, Imam Suyanto.



Komentar Saya : Janganlah jual gunung ciremai karena uang.. Jangan korbankan gunung ciremai karena uang.. Karena uang tidak ada apa apanya dibanding gunung Tercinta kami. #SaveCiremai
Buat pak pejabat yg bersangkutan : tolong jaga hati warga jabar sebelum hal yg besar akan terjadi


Pendapat dan Komentar anda orang kuningan, majalengka, cirebon ?? Atau Seluruh masyarakat Jawa barat ? Atau seluruh masyarakat indonesia ??

Saya tau geothermal itu aman dan ramah.. Tapi yang pake orang luar to gan,emang tuan rumahnya kmna ?. Dari dulu mereka semua serakah.. Emangnya kita rela gitu maen sewa2 jual2 gunung gitu.. Contoh : liat tuh freeport.. Bayangkan kita sbg tuan rumah hanya dikasi 1 % dari hasil tambang. Apa gk serakah tuh ?

Kapan Negara kita bebas dari segala penjajahan dari luar...
ayo buka mata ,buka hati kita...

Gunung CIREMEI

assalamualaikum wr wb
sebelumnya mohon maaf telah mengganggu waktunya untuk melakukan kampanye aksi kepedulian terhadap gunung ciremei

sebagai warga jabar dan orang sunda yang peduli mari memanfatkan seluruh potensi media sosial baik twitter, facebook dan media lainnya
dengan hastag ‪#‎SAVECIREMEI‬
dan dimohon menyebarkan ke berbagai forum di fb dan twitter

gunung ciremei adalah harta bagi orang sunda baik potensi alamnya, ataupun mitosnya yg menunjukkan jati diri budaya kita
mari kita perjuangkan supaya jangan lagi ada kasus seperti freeport
yang nantinya anak cucu kita hanya dapat melihat dengan sedih kerusakan alamnya

mari berjuang demi tanah pasundan dan tanah air kita

Kamis, 20 Juni 2013

Biografi R. Oto Iskandar Dinata


R. Oto Iskandar Dinata merupakan salah satu pahlawan nasional asal Jawa Barat. Lahir di desa Bojongsoang, Dayeuhkolot, Bandung Kidul 31 Maret 1897. Ayahnya bernama R. Nataatmaja, yang berganti nama menjadi R.H. Adam Rakhmat setelah pulang dari ibadah haji dan ibunya bernama Siti Hadijah. Sedangkan diantara saudaranya bernama R. Ating Atma di Nata yang pernah menjadi Walikota Bandung (1945)  dan R. Pandu Prawira di Nata.

Sejak kecil Oto sudah terlihat sebagai orang yang cerdas, mandiri, pemberani, serta memiliki bakat sebagai pemimpin. Hobinya bermain sepakbola serta berminat pula terhadap seni. Dalam sepakbola, Oto tidak hanya pintar bermain bola, juga menjadi pemimpin di klub sepakbolanya. Di sekolahnya Oto juga selalu menjadi ketua kelas. Salah satu teman sekolahnya di HIK, R. Ema Bratakusuma, pernah bercerita bahwa jika tidak terpilih pemilihan ketua kelas atau ketua klub sepakbola, Oto selalu berusaha dengan berbagai cara hingga akhirnya terpilih menjadi ketua.

Oto menempuh pendidikan dasar di HIS (Hollandsch-Inlandsche School) Karang Pamulang Bandung, sekolah dasar yang berbahasa pengantar bahasa Belanda. Dari sana ia melanjutkan ke sekolah guru bagian pertama (HIK) di Bandung. Tamat dari sana Oto melanjutkan ke sekolah guru atas HKS (Hogere Kweekschool) di Purworejo, Jawa Tengah.

Setelah lulus dari HKS pada Juli 1920, Oto menjadi guru HIS di Banjarnegara, Banyumas, Jawa Tengah. Pada tahun berikutnya, Juni 1921 Oto dipindahkan ke Bandung dan mengajar di HISVolksonderwijs (Perguruan Rakyat). Pada Agustus 1924 Oto dipindahkan lagi ke HIS Pekalongan, Jawa Tengah. Agustus 1928 dipindahkan ke Batavia (Jakarta) dan ditempatkan di HIS Muhammadiyah. Sejak tahun 1932, Oto berhenti menjadi guru, karena lebih tertarik dengan kegiatan sosial-politik.

Saat tinggal di Banjarnegara Oto bertemu dengan dua hal yang berpengaruh terhadap hidupnya. Pertama bertemu dengan Raden Ajeng Sukirah dan menikah dengannya pada tahun 1923. Oto kemudian memiliki 12 anak 7 perempuan dan 5 laki-laki, Kedua, bertemu dengan organisasi Budi Utomo dan masuk menjadi anggotanya. Ia tertarik dengan gagasan dan kegiatan organisasi tersebut yang memperhatikan dan membela nasib bangsa yang dijajah oleh bangsa lain.

Ketika pindah ke Bandung Oto melanjutkan aktifitasnya di Budi Utomo karena saat itu sudah ada cabangnya di Bandung.meski tidak terlalu aktif. Oto menghidupkan kembali Budi Utomo cabang Bandung, bahkan beliau terpilih menjadi wakil ketua. Ketika Budi Utomo cabang Bandung mengadakan rapat propaganda di gedung Concordia (sekarang gedung Merdeka ) pada 12-13 September 1921, dalam pidatonya Oto mengkritik serta membuka polemik dengan Paguyuban Pasundan (PP), organisasi orang Sunda yang didirikan di Batawi, 20 Juli 1913.

Tetapi setahun berikutnya, pada 1922 Oto mendekati PP dengan cara menulis surat yang dimuat di surat kabar Siliwangi (7 Nopémber 1922) yang isinya menyatakan bahwa beliau bermaksud untuk masuk Paguyuban Pasundan. Meski demikian niatnya tersebut baru terlaksana 7 tahun kemudian (1929), setelah ia tinggal di Jakarta. Barangkali karena kepindahannya ke Pekalongan yang menyebabkan niatnya itu sempat tertunda.

Di Pekalongan Oto meneruskan  kegiatananya di Budi Utomo. Beliau menjadi wakil ketua pengurus Cabang Pekalongan. Setelah itu bahkan terpilih menjadi anggota Gemeenteraad(Dewan Kota) Pekalongan mewakili Budi Utomo. Oto yang dikenal berani dalam membela rakyat membongkar kelicikan perkebunan gula Wonopringgo yang ingin mengusai tanah rakyat hingga rakyat selamat dari penipuan. Kasus tersebut yang disebut Bendungan Kemuning mengakibatkan konflik dengan residen di Pekalongan, hingga akhirnya ia dipindahkan ke Batavia (Jakarta).

Di Jakarta Oto mengajar di HIS Muhammadiyah dan dekat lagi dengan lingkungan sosial budaya Sunda serta Paguyuban Pasundan. Oto yang pernah berniat masuk Paguyuban Pasundan akhrnya bergabung dengan organisasi tersebut. Oto kemudian menjabat sebagai sekretaris di Pengurus Pusat (Hoofdbestuur) Paguyuban Pasundan. Kemudian dalam Kongres PP pada Desember 1929 di Bandung Oto terpilih menjadi ketua pengurus besar Paguyugan Pasundan.

Paguyuban Pasundan pada masa Oto tidak hanya dianggap sebagai organisasi lokal Sunda, tetapi gerakannya terasa di lingkungan nasional. PP aktif dalam Permupakatan Perhimpunan Politik Kemerdekaan Indonésia (PPPKI) serta  Gabungan Politik Indonésia (GAPI). Oto pun terpilih menjadi anggota Volksraad (parlemen) sebagai wakil dari Paguyuban Pasundan. 

Dalam sidang-sidang Volksraad dikenal dengan ucapan-ucapannya yang tajam dan berani dalam mengecam dan mengkritik pemerintah Hindia Belanda. Tak jarang Oto berdebat dengan pihak Belanda hingga mereka sering naik pitam. Karena keberaniannya itu Oto mendapat julukan "Si Jalak Harupat" yang bermakna seperti ayam jago yang tidak pernah kalah bila diadu. Nama julukannya "Si Jalak Harupat" sekarang digunakan sebagai nama stadion sepakbola di Kabupaten Bandung.

Menjelang Kemerdekaan RI Oto Iskandar di Nata ikut dalam Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdékaan Indonésia (BPUPKI) dan  Panitia Persiapan Kemerdékaan Indonésia (PPKI). Oto juga yang mengusulkan agar Bung Karno dan Bung Hatta menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, yang usulannya langsung disetujui oleh anggota sidang PPKI. Setelah kemerdekaan Oto diangkat menjadi Menteri Negara dalam bidang keamanan dalam kabinet pertama RI.

Oto Iskandar di Nata merupakan sosok pejuang yang pantang menyerah, berjiwa nasionalis, dan antipenjajah. Tetapi akhir hidupnya justru terbunuh oleh pihak-pihak yang mengaku sebagai RI. Dalam menjalankan tugasnya diperkirakan menimbulkan ketidakpuasan pihak lain. Hingga akhirnya menjadi korban penculikan pada 10 Desember 1945 oleh para pemuda yang mengaku dari Laskar Hitam, dan dibunuh pada 20 Desember 1945 di daerah Mauk, Tangerang. 



Jumat, 14 Juni 2013



Sebuah perkenalan singkat yang tidak aku sangka akan berdampak besar..
berawal dari sekedar perasaan suka menjadi seubuah perasaan sayang..mengagumi menjadi mencintai..
sebuah perasaan yang luar biasa yang Tuhan ciptakan..
suatu perasaan yang baru aku rasakan dalam waktu yang singkat ini..dan hati ini begtu yakin pada dia..
sebuah kepolosan, kebaikan dngan sifat - sifat khas yang dia punya sehingga membwat aku tertarik,nyaman dan tdak membosankan.. 
Aku akan berusaha dengan kesabaran,ke ikhlasan dan penuh pengorbanan untuk mendapatkan hatinya walaupun sulit karena masa lalunya tapi Aku harus bisa meyakinkannya bahwa semua perkataanku yang pernah aku ucapkan pdanya itu nyata...

Tapi pada akhirnya Tuhan berkehendak lain..
sekeras apapun aku mengejarnya ternyata tak dapat merubah apa -apa..
tapi aku nyaman bersamanya saat ini walaupun kita bukan pasangan kekasih tapi kedekatan kita sebagai sahabat dengan perasaan sayang yang sama..